Apa itu VPN IPSec Site to Site with Overlapping Network?
VPN IPSec Site-to-Site dengan Overlapping Network adalah kondisi dimana dua jaringan yang ingin dihubungkan melalui VPN memiliki IP address Network yang sama.
Example :
- Site A : 192.168.1.0/24
- Site A : 192.168.1.0/24
Kedua site menggunakan network yang sama sehingga ketika VPN dibuat, perangkat jaringan seperti Firewall atau Router tidak dapat membedakan mana jaringan lokal dan mana jaringan remote.
Akibatnya, komunikasi antar site melalui VPN tidak dapat berjalan dengan normal, walaupun tunnel VPN sudah berhasil terbentuk.
Masalah ini sering terjadi ketika dua perusahaan atau dua jaringan yang berbeda ingin saling terhubung tetapi masing-masing sudah menggunakan private IP address yang sama.
Overlapping network biasanya terjadi karena beberapa kondisi, seperti:
-
Dua perusahaan menggunakan IP Private Integrasi jaringan saat merger perusahaan.
-
Kerjasama B2B VPN antar perusahaan.
-
Jaringan lama yang tidak bisa diubah struktur IP-nya.
Karena private IP seperti 192.168.x.x atau 10.x.x.x sangat umum digunakan, kemungkinan dua jaringan memiliki subnet yang sama cukup besar.
Masalah yang Terjadi pada VPN
Jika dua site memiliki network yang sama, perangkat jaringan akan mengalami kebingungan saat menentukan jalur traffic.
PoV:
Site A Host : 10.10.20.0/24
Site B Host : 10.10.20.0/24
Ketika host di Site A ingin mengirim data ke 10.10.20.0/24, perangkat jaringan akan menganggap bahwa alamat tersebut masih berada di jaringan lokal, bukan di jaringan VPN.
Akibatnya:
- Traffic tidak masuk ke tunnel VPN
- Paket data tidak sampai ke site tujuan
- Komunikasi VPN antar site gagal
Solusi yang umum digunakan adalah dengan menggunakan NAT (Network Address Translation) sebelum traffic masuk ke tunnel VPN.
Dengan cara ini, jaringan yang memiliki IP yang sama akan diterjemahkan ke network virtual yang berbeda ketika melewati VPN.
Example :
| Site | Network Origin | Network After NAT |
|---|---|---|
| HQ | 10.10.20.0/24 | 192.168.1.0/24 |
| Branch | 10.10.20.0/24 | 192.168.2.0/24 |
Ketika traffic melewati VPN:
192.168.1.0/24 <---- VPN Tunnel ----> 192.168.2.0/24
Namun di dalam jaringan masing-masing site, IP address tetap menggunakan network asli.
Dengan cara ini kedua jaringan bisa tetap saling berkomunikasi tanpa perlu mengubah struktur IP address internal.
Secara sederhana prosesnya seperti ini:
- Host di Site A mengirim data ke host di Site B.
- Firewall melakukan NAT Translation untuk mengubah IP menjadi network virtual.
- Traffic yang sudah diterjemahkan masuk ke IPSec Tunnel.
- Data dienkripsi dan dikirim melalui internet.
- Firewall di Site B menerima data dan melakukan D-NAT (Destination Network Address Translatation) .
- Data diteruskan ke host tujuan di jaringan lokal.
Dengan proses ini, dua jaringan yang memiliki IP address yang sama tetap bisa saling berkomunikasi melalui VPN.
Beberapa keuntungan dari solusi ini:
- Tidak perlu mengubah IP address jaringan internal
- Memudahkan integrasi antar perusahaan
- Tetap bisa menggunakan IPSec VPN secara secure
- Menghindari konflik alamat IP antar jaringan
Solusi ini sering digunakan dalam network enterprise dan integrasi antar organisasi.
Topology
- Configuration IP Address in FW-HQ :
- Configuration VPN IPSec Wizard FW-HQ.
- Change IKE to v2, Change Phase 1 Proposal Encryption to DES and Authentication SHA1.
- Add Local Subnet, Remote Subnets, And Change Phase 2 Proposal Encryption DES Authenticationn SHA1 to OK
- Configuration VPN IPSec Wizard FW-Branch.
- Add Local Subnet, Remote Subnets, And Change Phase 1 & 2 Proposal Encryption DES Authenticationn SHA1 to OK
- Config Static Route in FW-HQ.
- Add IP Pool FW-HQ
- Add Virtual IPs FW-HQ.
- Config Addresses in FW-HQ.
- Config Firewall Policy FW-HQ.
- FW-HQ :
- FW-Branch.
- FW-HQ :
- FW-Branch :